Ada apa dengan susu kedelai …..

Desember 30th, 2009

Minuman susu, banyak sekali manfaatnya bagi manusia. Bukan hanya yang masih imut - imut tetapi sampai yang udah nini kaki juga. So, berlombalah para produsen susu untuk membuat produk susu dari usia bawah lima taun sampai yang atas limapuluh taun, dari kedelai, kambing, sapi sampai onta, dari rasa strawberry sampai rasa semua buah di pasaran juga ada. Pilihan kita, tentu saja sesuai dengan selera dan isi dompet. hehehehe….

Untuk anak kita, tentu saja kita pinginnya memberikan susu yang komplit kandungan gizinya. Maka, jangan heran jika melihat ibu2 komat kamit didepan rak susu di supermarket sambil membandingkan 2 buah kemasan susu yang ada ditangannya. Mana yang terbaik ya…..

Pinginnya, anak kita menjadi sehat dengan manfaat susu tersebut, apalagi kalo dapat bonus anak jadi gendut cipluk-cipluk nggemesin. Wuihhhhhhh …. pastinya seneng ya…

Nha bagaimana dengan kita para ibu2 yang udah over weight dan gak sukses2 nurunin BB?? Wah, pastinya banyak tuh yang menghindari produk2 dari susu, termasuk saya. Hehehehe…

Sampai suatu hari, pas belanja di MirKam ada tes gratisan utk mengetahui kekeroposan tulang kita oleh salah satu produsen susu. Lhadalah… ternyata masuk golongan 2, yang artinya, ada kecenderungan utk osteoporosis. Solusinya harus rajin berolah raga plus minum susu. Waduhhhhhhhh…

Padahal, tiap pagi langganan seplastik susu kedelai dari teman dan rajin berolahraga juga, tiap Jumat dikantor, hehehhee, males banget…. Tanya2 ke mbak SPG susu yang menyelenggarakan tes tadi, diberitahu kalo kandungan susu sapi lebih bagus dibanding susu kedelai. Mpffffffffff… bener, ato karena mbaknya aja yang mo ngelarisin produknya ya???

Karena penasaran, akhirnya cari2 info deh tentang susu kedelai. Hasilnya….

Susu kedelai mengandung :

1. Isoflavonida, estrogenalami yg membantu mencegah kanker & meringankan gejala hot flashes pada saat menopause.

2. Ganestein, senyawa yg mencegah penyebaran kanker tahap dini,  & mencegah penyakit hati.

3. Protease Inhibitor, senyawa ini menghalangi kerja enzim penyebab kanker (menjadi karsinogen universal).

4. Asam Fitik, senyawa antioksidan yg melindungi sel dan kerusakan karena radikal bebas.

5. Lesitin, membuat awet muda, meningkatkan vitalitas & kesegaran tubuh.

6. MRES (Modulator Reseptor Estrogen Selektif), mampu meningkatkan massa tulang, mencegah osteoporosis.

7. Protein kedelai (isoflavon), dapat menurunkan kolesterol serum & LDL.

8. Senyawa antitripsin pada kedelai dapat membentuk tripsin antitripsin kompleks, yg dapat memacu pankreas memproduksi insulin yg lebih banyak shg membantu menyembuhkan diabetes.

9. Peptid, merupakan rantai asam amino yg dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

10. Omega 3 dan Omega 6, mampu menjaga kesegaran sel saraf otak agar tidak mudah pikun.

11. Asupan protein kedelai dinyatakan tidak menggerus kalsium & cocok bagi penderita gangguan ginjal.

Menurut penelitian, lesitin dan zat gizi lain diperoleh secara maksimal apabila kedelai diproses dalam bentuk sari kedelai segar. Dari kandungan gizinya, dapat bersaing tuh dengan susu sapi. Hanya, ada beberapa yang kurang, misalnya, kalorinya, lemak, sama kalsium. Tapi, karbohidrat, protein, vitamin A, B1 dan C lebih banyak.

Kesimpulannya, emang harus di mix tuh minumnya, biar saling melengkapi. Tapi, susu kedelai dapat menjadi solusi yang tepat bagi anak2 ato orang dewasa yang sakit lactose intolerance (tidak tahan makanan atau minuman yang berlemak), sebagai alternatif asupan gizi.

So, jangan ragu deh untuk selalu minum susu untu kesehatan…….

khansa

Juli 10th, 2008

khansabengong.jpg

Konsep diri

Juli 3rd, 2008

Aku pernah mbaca sebuah buku kecil tentang pembentukan konsep diri pada anak. Bagaimana “memposisikan” diri kita pada anak, agar anak merasa nyaman, “enjoy” pada kita, dan yang pasti ini akan menambah nilai positif pada diri mereka.

1. Menciptakan hubungan yang dekat dan positif dengan anak

Hubungan yang dekat & positif, bukan hanya terletak pada kedekatan fisik tetapi lebih pada hubungan emosional. ada anak yang 24 jam penuh bersama orangtuanya, namun diantara mereka tidak terjalin hubungan emosional yang dekat. Sebaliknya, ada pula orangtua yang waktunya bersama anak-anaknya lebih sedikit, namun kualitas hubungan emosionalnya lebih tinggi. Jika anak memiliki hubungan yang dekat dan positif dengan orangtua, anak akan merasa bahwa dirinya “berharga” dan “layak dicintai”. Hal ini memberi kontribusi besar terhadap pembentukan konsep dirinya. Menciptakan hubungan dekat dan positif antara lain bisa dicapai dengan :

a . Tidak sungkan meminta maaf.

Pernahkah kita meminta maaf pada anak kita? Aku pasti menjawab sering. Ya, Aya tidak akan merubah “kerucut” mulutnya menjadi senyuman apabila kita tidak minta maaf terhadap salah kita. Kadang sulit bagi kita untuk meminta maaf ke anak. Salah satu kesalahan terbesar orangtua adalah menganggap dirinya tidak pernah salah. Satu anggapan yang tidak benar tentunya, hanya menunjukkan arogansi kita sebagai orang yang lebih tua, lebih gede badannya dan sok kuasa. Padahal dengan orangtua meminta maaf pada nak, Insya Allah anak akan merasa dihargai dan dia juga akan mudah meminta maaf pada orang lain.

b. Senang berterimakasih

Sekecil apapun yang dilakukan anak kita terhadap kita, biasakanlah mengucapkan terimakasih. Hal ini akan memotivasi anak untuk mengulangi perbuatan baik tersebut dan dia juga akan senantiasa mengucapkan terimakasih atas bantuan oranglain.

c. Yakinkan bahwa dia sangat berharga

Yakin 100% bahwa orangtua cinta pd anaknya. Tp tidak ada salahnya sekali2 kita mengucapkan “I Love You” padanya. Dia akan merasa berharga dan layak dicintai. Perasaan itu jika sering diucapkan akan menjadi semakin kuat.

d . Menyiapkan secara hati - hati kehadiran adik

Nha ini yang sulit banget. Teori pasti lain dari kenyataan. Aya sudah kami biasakan untuk menerima kehadiran adiknya. Dan sebenarnya diapun juga sudah menanti nanti adik baru. Dari mulai mengajak ngobrol dg adik diperut, ikut kontrol dokter liat adik lewat USG, dibacain buku2 tentang adik baru , dll, tapi kecil banget pengaruhnya tuh. Awal adiknya lahir rumah kami serasa kapal pecah. Membanting buku, bantal, boneka, pintu (untungnya barang pecah belah gak ada yg dilempar), mengompol, rewel, dan semacamnya adalah bentuk demonstrasi yang ditunjukkan Aya pada kami. Duh, sabar….. sabar… Sedikit demi sedikit di beri pengertian, akhirnya setelah 10 bulan kehadiran adiknya, mulai deh bisa mengendalikan diri, walaupun kadang - kadang cemburu masih ada.

2. Melakukan ‘debriefing’ untuk meluruskan masalah

Tidak selamanya kita bisa bersikap baik didepan anak. Tidak selamanya pula kita bisa menjaga hal - hal yang tidak pantas didengar atau ditiru anak terjadi didepan mereka. Misalnya, tanpa sengaja ayah ibu bertengkar didepan anak, atau kita mengumpat terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Hal ini dapat membuat anak merasa bingung, takut, sedih, kecewa, dll. Jika terjadi hal seperti ini, ajaklah anak untuk berdialog, mengungkapkan semua perasaannya setelah melihat “insiden” tadi. Setelah itu, kita dapat mengklarifikasi sesuai dengan logika dan bahasa yang bisa dimengerti anak.

Pernah terjadi, kami berdebat dengan suara keras. Sebenarnya bukan bertengkar, hanya debat kusir ngalor ngidul yang kami lakukan dengan suara kenceng. Tanpa kami sadari, Aya tiba-tiba menyela ” woooo, ayah ibu bertengkar ya. Dosa lo!!”. Astaghfirullah… saking asiknya ngotot dengan pendapat masing-masing, kami tidak sadar bahwa ada sepasang kuping mungil yang ikut mendengarkan. Ya, akhirnya kami jelaskan bahwa ayah ibu tidak bertengkar, hanya sedikit salah paham tentang suatu hal dan lupa kalo bicaranya terlalu keras. Tapi ayah ibu sudah minta maaf …

Upaya ini akan membuat anak memahami hal-hal yang sebelumnya membuatnya terkejut, takut atau berkecil hati. Insya Allah..

3. Menghindari “labeling”

Labeling adalah hal yang biasa dilakukan orang tanpa sadar. Banyak orangtua karena tidak sadar dengan tingkahlaku anaknya mengeluarkan kata-kata “sakti” : nakal!!!, ngeyel!!!, njelehi!!!, cah bodo!!!. Ucapan-ucapan itu sebenarnya sangat tidak berguna, karena :

- Ucapan orangtua adalah doa (terutama ibu). Sadarilah kekuatan ucapan orangtua. Tidak ingin bukan, jika anak kita benar-benar nakal dan bodo?. Banyak-banyak istighfar adalah hal baik yang perlu kita lakukan dalam menghadapi anak yang sulit diatur, selain tentu saja kita juga harus memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sulitkan menjaga lisan yang tak bertulang ini???

- Kata - kata “label” tadi akan terekam baik oleh anak. Dia akan selalu berpikir bahwa dirinya seperti yang dikatakan orangtuanya. Misalnya “nakal”. Anak yang terlabeli dengan kata “cah nakal”, dia akan selalu berpikir bahwa dia adalah anak yang nakal, jadi kalau dia berperilaku seperti anak nakal, itu tidak salah, begitu seterusnya sampai itu menjadi kebiasaannya dan lama-lama akan menjadi karakternya sampai dia dewasa. Nah lo…

4. Mengenali kelebihan dan kekurangan

Dengan mengetahui potensi yang menonjol dari seorang anak, kita dapat membantu dan mengarahkan mereka dengan kelebihan yang mereka miliki. Kita juga tidak “terjebak” meminta anak melakukan hal - hal yang belum atau tidak mampu dilakukannya. Sulit memang. Terkadang tanpa kita sadari, kita sering membandingkan anak kita dengan anak lain yg mempunyai kemampuan lebih. Misalnya ” lihat tuh mbak Digna, pialanya banyak banget. Dia pinter sih. Rajin, berani tampil lagi”. Waduh, jelas ini akan menyakiti hatinya. Pernah aku melakukannya dengan Aya. Hasilnya?? bukannya dia termotivasi, malah menangis sambil bilang “ibu nakal”. Woalah, pakai cara yang bener dong bu ngomongnya.

5. Mendengarkan Aspirasi Anak

Mendengarkan pendapat anak jika kita akan memutuskan sesuatu perlu kita lakukan. Apalagi “sesuatu” itu menyagkut kepentingan mereka juga. Hal ini memberi kesempatan anak untuk dapat mengekspresikan dirinya dan merasa dihargai, walaupun tentu saja keputusan “final” tetap ditangan orangtua. Aya sering kami minta pendapatnya apabila kita hendak “jalan-jalan” dihari minggu misalnya. Seperti, “habis ibu belanja Aya pingin makan siang dimana?”. Bisa ditebak, dia pasti akan menunjuk KFC atau Pizza Hut. Waduh, la nek kesana jelas lidah kami nggak 100% menerimanya. Solusinya, kita beri pengertian “win-win solution”. Yang pasti Aya tetap bisa makan disana dan kami bisa menikmati masakan Padang. Ya, untuk urusan sekecil ini saja kita butuh maukan dari anak. Jangan sampai kita memaksakan kehendak kita sendiri, apalagi bagi kami yang harus menghadapi selera makan aya yang “amburadul”.

6. Mengajarkan perilaku positif pada lingkungan

Jika kita berperilaku baik pada orang, maka orangpun akan berbuat baik pada kita. Biasakan anak untuk tersenyum, suka memberi dan meminta maaf pada orang lain. Dengan sendirinya orang - orang akan menyukainya. Dengan begitu, konsep dirinya akan menjadi positif, dia merasa dirinya layak mendapat penghargaan dari lingkungan. Kita sebagai orangtua jangan bosan untuk selalu mengingatkan anak agar berbuat baik, sopan, dll. dari hal - hal yang kecil lama - lama anak akan tahu bahwa perbuatan tersebut baik. Misal : Aya selalu kami biasakan untuk menunduk dan bilang “permisi” jika lewat didepan orang terutama yang lebih tua. Namun bukan hal yang mudah memang. Terkadang dia suka lupa, jalan asal nylonong, tanpa basa basi, bahkan sambil lari. Seiring dengan perkembangan wkatu, Insya Allah kebiasaan baik yang kita tanamkan sejak dini akan terbawa sampai mereka dewasa kelak.

7. Meluruskan pandangannya yang keliru

Terkadang anak tanpa sadar memiliki pandangan yang keliru terhadap lingkungannya. Misalnya menghina orang yang berpakaian lusuh, karena berpikir bahwa orang tersebut adalah orang miskin jadi tidak layak dihargai. Jika dibiarkan maka, anak akan tumbuh dengan prasangka terhadap stereotype tertentu dilingkungannya. Jika terbawa terus sangat dimungkinkan ia tidak disukai dilingkungannya sehingga dalam pergaulan akan tersisih. Tugas kita sebagai orangtua untuk memberikan meluruskan pandangannya yang keliru dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

8 . Mengenalkan teladan yang benar

Dijaman sekarang siapa sih anak-anak yang tidak kenal dengan Avatar?. Tidak ada bedanya dengan anak - anak lain, Aya sangat menyukai tokoh berkendaraan banteng terbang tersebut. Diapun sampai memaksa kami untuk mencarikan kaos bergambar Avatar dan Naruto. Penting bagi kita sebagai orang tua untuk mengajarkan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan yang baik. Mengajarkan anak mencintai Rasulullah SAW bisa kita lakukan dengan membacakan buku - buku kisah teladan Rasulullah serta nabi - nabi Allah, VCD, lagu - lagu islami, dll. Dengan begitu, anak tidak terobsesi pada hal - hal yang semu, dan dia bisa mempunyai definisi “baik” yang jelas terhadap tokoh yang diidolakan sehingga Insya Allah memotivasi dia dalam berperilaku dan bercita-cita.

9 . Mengajarkan kecintaan kepada Allah

Ajarkan anak bahwa alam semesta seisinya ini adalah ciptaan Allah SWT. Allah adalah dzat tempat meminta, memohon pertolongan yang selalu mendengarkan doa - doa kita. Untuk itu biasakan anak untuk selalu berdoa kepada Allah. Jangan lupa juga, kita harus selalu mendoakan anak kita bahkan dengan suara keras agar anak ikut mendengarkan, sehabis kita melakukan sholat berjamaah dengan anak kita. Sulit memang untuk dilakukan, karena untuk membiasakan anak untuk sholatpun masih belum bisa. Namun Insya Allah lambat laun anak akan meniru kebiasaan baik orang tua apabila kita senantiasa memberikan teladan dan tidak lupa menyebut nama mereka dalam setiap doa - doa yang kita panjatkan.
Ada sebuah petuah yang Insya Allah akan selalu mengingatkan kita untuk selalu belajar menjadi orangtua yang baik bagi anak - anak kita :

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jik anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesrkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

(Dorothy Law)

Bagian mana yang sudah aku lakoni? Tentu saja sedikit banget yang sudah kami lakukan dengan baik, karena kami sendiripun masih harus banyak belajar sebagai orangtua. Semoga, semakin banyak kita membaca dan berbagi, akan membuat kami mengerti bagaimana menjadi “orangtua yang baik” bagi kedua buah hati kami.

(diadopsi dari buku catatan harian seorang gadis kecil “fayza kamalia” : aku senang belajar)

Omah biruku

Juli 3rd, 2008

 pic_0001-modified.jpg

Rumah bercat biru, mungil, bersih, beralamat di Perum Pendowoharjo Indah Gg. Nakula No. 20 Sewon Bantul, tempatku bernaung bersama suami dan anak - anak tercinta.

Omah paling pojok, sebelah kanan dan kiri masih lahan kosong, kebon rungkut. Hiiiiiiiii. Kadang - kadang penghuninya kulonuwun masuk rumah. Wahhhhhhh!!! La mending kalo tamunya cakep. La ini sebangsa kodok, uler, ulo, tikus, kadal dan jenis - jenis tamu tak diundang bertampang mengerikan. Untungnya, gak ada yang minat nginep dirumah. Hehehe

Rumah paling deket dengan mesjid. Alhamdulillah. Paling tidak tiap hari denger suara panggilanMu ya Allah. Mengingatkanku, memanggilku untuk mensucikan jiwa, menundukkan muka, menghadapMu. Namun, terkadang alunan merdu adzan yang mengusap lembut kalbu, mengagetkan anakku yang sedang terlelap, yang tak lama kemudian disusul alunan tangis melengking dari mulutnya yang mungil. Oh nak, biasakanlah indra pendengaranmu diusap lembut nada keagungan Rabbi.

Baiti jannati. Rumahku surgaku. Walopun tidak dekat dengan sumber pencarian nafkah, namun dirimu memberikan kenyamanan buatku. Dirimu adalah kekuatan untuk menyandarkan lelahku, ruang gerak anak-anakku, dan motivasi terbesar bagiku tuk senantiasa menjaga amanahMU.

Barokallah.

Anakku sayang ..

Juli 3rd, 2008

Tanpa kita sadari, terkadang kita berlaku tidak adil terhadap anak. Prinsip bahwa anak adalah “investasi” dimasa depan, telah membutakan akal sehat kita, bahwa sebenarnya anak juga mempunyai “hak” untuk menentukan dirinya sendiri, meskipun dia masih kecil. Keinginan kita untuk menjadikan anak kita “seperti yang kita mau” sering membuat anak tertekan.

Sebuah dilema memang. Sebenarnya tujuan kita adalah untuk mendiidk anak supaya dia menjadi baik, penurut, pandai, sehat, dll. Tetapi kadangkala “cara” yang kita terapkan untuk menjadikan anak “seideal” yang kita bayangkan tidak “pas” dengan karakter si anak. Anak - anak ingin diperlakukan dengan manis, penuh kasih sayang, dimanja, dll. Mereka tidak suka apabila kita memperlakukan mereka dengan “keras”. Mereka akan beranggapan bahwa kita galak, suka marah, dll.

Ini sering terjadi pada Aya. Niatku sih ingin menjadi ibu yang baik, dan ingin menjadikan dia anak yang “baik”. Tetapi cara - cara yang menurut kita “tegas” (bukan galak), karena ingin mendisiplinkan anak, terkadang dipersepsikan lain oleh mereka. Aya selalu bilang “kenapa sih aku selalu dimarahi?”. Nah lo? salah lagi kan? Padahal gak ada niatan kita untuk memarahi, hanya nada bicara kita yang tegas (ditegas-tegasin) biar terkesan “berwibawa” agar anak manut. Maunya… Hasilnya?? Bukannya anak manut malah soyo ngeyel. So, gimana dong caranya? Coba deh baca : Konsep diri


Ibu …

Juli 3rd, 2008

Kata paling indah dibibir umat manusia adalah kata “ibu” dan panggilan paling indah adalah “ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)

Menjadi ibu. Bagiku adalah mimpi - mimpi yang dilatih dengan kerinduan dan cinta. Fitrah yang paling indah yang dikaruniakan Allah.

Ibu ..

Panggilan yang begitu menggetarkan, mengharubiru dan menggemakan rasa terdalam dalam diriku. Pegalnya membawa kandungan, sakitnya melahirkan, terbayar sudah dengan panggilan “ibu” dari bibir mungil anak- anakku.

Ibu …

Ini kata tentang penegasan madrasah agung. Tempat anak-anak mempertanyakan semesta dengan bahasa paling akrab, harapan paling memuncak dan keingintahuan paling dalam. Dermaga pengaduan paling luas saat mereka teraniaya, belai paling menentramkan saat mereka gelisah dan dekapan paling aman saat mereka takut. Ibu, perpustakaan paling lengkap, kelas paling nyaman, lapangan paling lapang, tak pernah ia bisa digantikan oleh gedung - gedung tak bernyawa.

Ibu …

Mulia cukup dengan telapak kaki perjuangan. Karena tak seorang priapun memiliki ini : surga ditelapak kaki. Tak satu pria pun. Demi Allah, tak satu pria pun ……!!! (Salim A Fillah)

khansa

Juli 3rd, 2008

Kamiliyya Khansa Salsabila

080204_134944.jpg

Anak perempuan cantik yang selalu menjadi penyejuk hati dan membawa harapan baik bagi keluarga.

Aminn. Sebuah nama indah untuk anak keduaku, yang nongol pada 18 Agustus 2007 di Klinik Rahmi, degan bantuan dokter Retno. Lahir dengan bobot 3,7 kg membuatku mati - matian melahirkannya. Ya, anakku yang satu ini memang ‘ndut’. Mulai bisa maem pertama kali langsung deh ketauan kalo anak bapaknya. Jago makan.  Hehehe. Susunya juga banyak. Sayangnya ASInya cuma sampai 6 bulan tok. Duh, sedih banget. Padahal istirahat kantor aku udah bela belain pulang biar dia dapet ASI. Trus udah nyoba “meres” juga. Tapi, dianya tetep nggak mau. Terpaksa deh berhenti. Ya, harus disadari, setiap anak terlahir unik dan istimewa. Jadi, jika putri keduaku ini beda dengan kakaknya, so what gitu loh?? asal, “Besok jangan protes ya nak, mbak Aya sampai 2 th lebih kamu cuma 6 bulan tok”.

Meskipun ASInya kurang, Alhamdulillah, pertumbuhan fisiknya oke. Giginya mulai numbuh sejak umur 6 bulan. Sekarang 10 bln sudah 8 giginya yang nongol. Udah mulai jalan juga, walopun baru 1, 2 langkah. Dan, dibanding kakaknya, Khansa lebih kuat fisiknya. Moga-moga kamu nggak jadi langganan dokter Royo ya nak….

ayya

Juli 3rd, 2008

Nazzala Nadia Hayya …

080202_182649.jpg

Allah turunkan anugerah yang hidup, sebuah nama yang sangat kusuka. Buah hatiku ini lahir 16 Juli 2001, di Klinik Bidan Bu Sri di Butuh KulonProgo. Ya… anakku ini memang lairnya pada saat ayah ibunya masih kondisi prihatin. Tinggalnya aja masih ikut Pondok Orang Tua Indah. Hehehhe. Mungkin karena lairnya prihatin maka badanmu kurus kali ya nak. Tapi, walopun kurus perkembangannya termasuk bagus lo. Umur 11 bulan udah pinter ngomong dan jalan.

Sekarang, dia sekolah di TK Masjid Kampus UGM. Umur 3 th udah masuk Play Group. Sekolah 4 th di Maskam, untungnya tidak membuat dia bosen. Tiap hari bonceng ayah ibunya lintas kabupaten tuk mencari ilmu disekolah. Hujan panas tidak dirasakan, ujung - ujungnya sakit panas. Oalah nak, lagi2 kamu harus prihatin. Moga2 ini membuat kamu tumbuh jadi anak yang kuat.

Juli ini, lulus dari TK pinginnya masuk SD Muh. Suronatan. Sedih banget katanya, karena harus pisah dari bu Guru dan teman2. Tapi, seneng juga karena perlengkapan sekolahnya baru. Hehhe..

Ayah ibu hanya bisa mendoakan, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kepandaian dan menjadikanmu anak yang solihah. Amin..

soulmate’s

Juli 3rd, 2008

Tiada terlihat, bagi dua orang yang saling mencintai….. Yang seperti pernikahan” (HR. Ibnu Majah)

Cinta adalah anugerah Illahi

Tanpanya manusia tak berarti ….

Hari ini cinta bukan lagi misteri ……

Karena didirimu tlah kutemukan arti

Cinta …… Bukan pilihan dengan apa,

Tapi dengan siapa hidup dijalani …

Bukan seberapa tinggi mendaki,

Tapi seberapa, dalam menyelami….

Bukan sekedar diucapkan,

Tapi untuk dirasakan ….

Bukan mimpi, tapi harapan …

Bukan apa yang didapat, tapi …..

Apa yang diberikan .

Cinta bukan lembaran puisi tapi kata hati …….

Bukan rangkaian bunga, melainkan untaian do’a …..

Adalah seorang lelaki, hamba Allah, bernama Endy Sanata Bachtiar, memberikan makna cinta yang mempesona. Suami yang sederhana, soleh, baik dan lembut hatinya mengena dan memasuki relung jiwaku.

Adalah seorang lelaki, yang bijaksana, lembut namun tegas, memberikan limpahan kasih sayang tiada batas. Ayah yang baik, teladan bagi buah hatiku.

Allah melindungimu mas …….

Jadilah imam yang baik bagi keluarga ……..